Rabu, 19 September 2012

Untuk seseorang yang memiliki Tuhan berbeda

aku tak benar-benar mengerti
ketika perbedaan menghambat yang diinginkan
saat kamu menggengam tangan sedangkan aku bersujud
saat kamu membaca injil sedangkan aku al-qur'an

ibadahmu dan ibadahku memang berbeda
namun bukankah kita tetap menyembah Tuhan
aku pernah menyukaimu kala itu
namun agamamu dan agamaku tetap berbeda

saat minggu pagi datang
aku selalu menunggumu kembali
menanti kabarmu sepulang dari gereja
hingga senja tiba dan akhirnya kamu kembali dalam pelukku

sedangkan kamu tak berhenti mengingatkanku
memberi waktu aku beribadah pada Tuhanku
kini dalam doaku pada Tuhan
terselip rasa rindu untukmu

semoga Tuhanku dapat mendengar lirihku
menyampaikannya melalui kata dalam puisi
membiarkan aku melepas rindu terlarang
meskipun Tuhanmu dan Tuhanku berbeda

untuk kamu yang membaca puisi ini
untuk kamu yang berdoa di gereja
untuk kamu yang mengepalkan tangannya ketika berdoa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar