Sabtu, 14 Juni 2014

semakin saya bermimpi, semakin saya sulit untuk memeluk kalian teman :')

Lama udah gak nulis nih, soalnya baru selesai UAS juga, baru selesai Project juga.
jadi ya mau cerita sedikit sih, eits! santai bukan soal cinta lagi kok, kali ini soal persahabatan saya sama 2 orang teman dekat saya. kira-kira persahabatan kami sudah 5 tahun. WOW, mungkin terhitung sebentar ya.

saya kenalkan yang pertama adalah vera, dia anak yang paling ceria tapi paling gampang nangis juga. hehe
dulu dia itu paling anak kecil diantara kita bertiga, tapi sekarang justru dia terasa semakin dewasa :)
yang kedua itu namanya sri, oh iya BTW Happy Wedding Day ya hari ini, ini dia yang umurnya paling muda, paling pemalu, paling mandiri sih, sekarang dia satu-satunya yang udah punya suami, ah nih anak belagu *hammer*

Lanjut lagi aja ya, jadi kita tuh kenal pas kelas 1 SMA, ya emang awalnya gak bertiga, tapi seleksi alam menghasilkan kita bertiga yang masih tersisa *tsaaah....
terus dikelas 1 itu ada cobaan yang cukup berat menimpa keluarga vera, disitu vera gak mau cerita soal masalahnya, sampai akhirnya kami maksa dia buat cerita, disitu kita bertiga nangis. kok cengeng semua ya? haha iya disitu kita nangis karena dia bilang, dia takut kalau dia jujur kita bakal jauhin dia, ya ampun ve, masa iya kita beruda tega *hug*, ya disitu saya mungkin terlalu sibuk ngurusin organisasi sama eskul jadi mulai gak merhatiin mereka, tapi ternyata masing-masing juga punya temen baru, nah akhirnya masalah itu kebawa sampai kelas 3. Dikelas 3 akhir perbuatan saya tadi menghasilkan buah yang cukup pahit, saya terlibat dalam sebuah masalah, saya yang kebetulan ketua kelompok di kelompok olahraga tiba-tiba dituduh semena-mena terhadap anggotanya, jadi sebenernya saya tuh cuma nyuruh mereka dateng hari itu, nah salah satu temen saya itu ternyata lagi pacaran, pas dia disuruh dateng dia tiba-tiba marah-marah, dan langsung pergi. ya kalau cuma masalah kaya gitu mah sebenernya saya gak peduli, tapi temen saya itu malah pulang terus cerita sama vera dan sri, loh mereka disitu katanya gak percaya sama yang diceritain, cuma ngeliat sikap saya yang malah milih diem aja, akhirnya percaya. saya punya alesan kenapa diem sih, saya males ngeladenin tukang ngadu, apalagi nimbulin fitnah, ya biarin ajalah toh Allah SWT tau segalanya.
nah pas beberapa minggu setelah itu, ternyata temen saya yang tukang ngadu itu tiba-tiba pingsan, ya disitu saya berusaha nolong dia, karena kebetulan pas SMP saya manta ketua PMR juga, eh udah ditolongin bukannya gimana, malah tetep sinis, wah sebenernya akalau niat jahat mah bisa. disitu kesabaran saya habis juga, akhirnya saya coba ngomong sama kedua sahabat saya. singkat cerita masalahnya clear.
oh iya lupa cerita pas SMA itu juga, kita bertiga ngelewatin musibah yang kedua, meninggalnya ayahanda Sri. itu buat syok, ya tapi untung semua berlalu dengan cepat, sri tabah nerimanya.

persahabatan kita tuh kaya udah deket banget, orang tua kita bertiga udah anggep kita kaya anaknya masing-masing lah, pokoknya udah kaya saudara sendiri.

ceritanya saya kena masalah lagi kali ini, kali ini lagi dan lagi saya mengorbankan waktu saya yang harusnya ada di hari bahagia sri, cuma karena mimpi dan ambisi saya.
ya sebenernya bukan cuma karena itu, akhir-akhir ini kondisi fisik emang lagi drop, belum lagi saya masih ada hal yang harus diurus disini.
tapi ya mungkin semua kesalahan saya, karena setiap saya semakin bermimpi saya semakin sulit untuk luangin waktu buat mereka.
ya saya cuma berharap mereka ngerti hal itu, saya cuma bisa berharap. karena buat saya kehilangan mereka sama halnya kehilangan bagian keluarga saya, saya sayang sama kalian, karena disetiap doa yang saya panjatkan kalian tak pernah saya lupa doakan agar diberi kebahagiaan. :')

udah dulu deh, ini mau tidur, besok harus ada yang diurus soalnya.

Rabu, 26 Maret 2014

Marry Your Daughter (Brian McKnights)

hai blogger, apa kabar? oh iya dini hari ini, saya mau posting sebuah lirik lagu yang lagi jadi playlist favorit saya, liriknya yang romantis dan pengemasannya yang cukup elegan, bisa jadi lagu terromantis versi saya :D , langsung aja cek this out :)

MARRY YOUR DAUGHTER
(Brian McKnights)


Sir, I'm a bit nervous
Tuan, aku agak grogi
'Bout being here today
Berada di sini hari ini
Still not real sure what I'm going to say
Masih tak yakin apa yang akan kuucapkan
So bare with me please
Maka bersabarlah
If I take up too much of your time
Jika nanti aku menghabiskan terlalu banyak waktu Anda
See in this box is a ring for your oldest
Lihatlah, di kotak ini ada sebuah cincin untuk putri tertua Anda
She's my everything and all that I know is
Dia segalanya bagiku dan yang kutahu
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Aku akan sangat lega jika tahu bahwa kami punya pandangan sama
Very soon I'm hoping that I...
Sebentar lagi aku berharap aku....

CHORUS
Bisa menikahi putri Anda
And make her my wife
Dan jadikan dia istriku
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
Kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucinta selama sisa hidupku
And give her the best of me 'till the day that I die, yeah
Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati
Aku akan menikahi putri Anda
And make her my queen
Dan jadikan dia ratuku
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah kulihat
Can't wait to smile
Tak sabar tersenyum
When she walks down the isle
Saat dia susuri lorong
On the arm of her father
Dan menggandeng ayahnya
On the day that I marry your daughter
Di hari aku menikahi putri Anda

She's been hearing for steps
Dia tlah mendengar langkah-langkah
Since the day that we met
Sejak hari kami bertemu
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
(Aku takut sekali berpikir apa yang akan terjadi jika dia pergi)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
Maka jangan kuatir aku akan tak baik memperlakukannya
I've got most of my vows done so far 
Selama ini aku selalu penuhi janji
(So bring on the better or worse)
(Maka bawalah pada bagian lebih baik atau buruk)
And tell death do us part
Dan katakan kematian memisahkan kita
There's no doubt in my mind
Tak ada keraguan dalam benakku
It's time
Inilah saatnya
I'm ready to start
Aku siap memulai
I swear to you with all of my heart...
Aku bersumpah pada Anda dengan sepenuh hatiku...

CHORUS

The first time I saw her
Pertama kali kulihat dia
I swear I knew that I say I do
Aku bersumpah aku tahu bahwa aku kan bilang bersedia