batu kotak itu memisahkan aku dan kamu
menghancurkan angan yang telah kugambar dalam sketsa mimpi
batu kota itu membuatku membencimu
sebab kamu tak lagi memanggil sayang padaku
isak tangisku pun percuma
aku harus berteriak agar kau dengar betapa aku merindumu
batu kotak itu begitu setia menemani harimu
namun aku, aku hancur tanpa ada kau yang menopangku
dalam alam mimpi kau bisikan kata rindu
namun nyatanya kau tak datang menghampiriku
terlalu lelah hati dan jiwaku
tak ingin lagi kulihat batu kotak yang merenggutmu
mengapa disana harus tertoreh nama indahmu
itu sangat menyiksa sayang
terlebih saat mereka berucap "IKHLASKAN, DIA TENANG DISISI TUHAN"
aku depresi dan menjadi gila saat kata itu terngiang
aku menjerit bahkan mengguncang tubuhmu hari itu
tapi kamu tetap kaku dan membisu
sayang, aku benci dirimu dan batu kotak yang mereka sebut nisan itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar